Investasi Post – PT Bank Jago Tbk (ARTO) menargetkan jumlah nasabah mencapai 6 juta hingga akhir tahun, dari saat ini sekitar 3,9 juta per Agustus 2022.

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar mengaku optimistis bisa mencapai hal tersebut, bahkan jika tanpa adanya tambahan inisiatif layanan baru.

“Nasabah kami di akhir tahun bisa 5-6 juta nasabah kurang lebih yang kami proyeksikan. Tanpa ada tambahan inisiatif pun kami optimis, yakin angka ini bisa tercapai,” ujarnya dalam acara Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Sementara itu Wakil Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung mengatakan, kerja sama telah berjalan dengan GoTo, sehingga nasabah GoPay bisa me-link aplikasinya dengan akun dari Bank Jago.

“Rencana diluncurkan di kuartal IV, transaksi di Tokopedia sedang kami kembangkan,” tambahnya.

Dia menambahkan, baru-baru ini Bank Jago bekerja sama dengan GoTo, di mana GoTo memperkenalkan fitur paylater cicil untuk para nasabahnya di Tokopedia.

“Itu kami yang memberikan pendanaan untuk nasabah tersebut. GoPay sudah jadi default payment di Tokopedia, kalau GoTo disambungkan ke akun Bank Jago, kami sudah hadir jadi payment option di Tokopedia, sangat integrated dengan GoPay,” jelasnya.

Arief menambahkan, sejak awal jumlah kantor Bank Jago (dulu Bank Artos) tidak banyak yakni hanya 7 cabang. Kemudian, pihaknya menutup tiga dan kini tersisa empat cabang.

Menurutnya, kehadiran kantor cabang relatif tidak begitu utama lagi karena para nasabah Bank Jago bisa menarik tunai di ATM mana saja dengan gratis, tanpa perlu ke ATM Bank Jago.

Baca juga:  BI Memprediksi Dolar AS Bisa Tembus Rp 15.200 Tahun Depan